Fermentasi Pada Singkong

Fermentasi singkong merupakan teknologi tradisional dan konvensional yang sering kita jumpai di negara tropis, walaupun ada perbedaan beberapa karakteristik berdasarkan kondisi sosial budaya dan wilayah. Beberapa makanan berkelas dunia hasil fermantasi singkong yaitu: gari dari Afrika Timur dan Barat, chikwangue atau fufu dari Afrika Tengah, dan sour starch  dari Amerika Latin. Dalam pembuatan gari, pengasaman laktat pada singkong terjadi sangat cepat dan detosifikasi terkadang tidak sempurna. Pengontrolan saat inokulasi dapat meningkatkan kualitas. Pada fufu atau chikwangue, penambahan air pada proses pembuatan makanan ini akan mempengaruhi tekstur dan proses detoksifikasinya.

http://ramuankunoku.blogspot.co.id/
Fermentasi Pada Singkong

Fermentasi asam laktat pada chikwangue termasuk jenis fermentasi heterolactic. Dalam aplikasinya fermentasi ini kan berasosiasi dengan alkhohol sekunder. Dalam kondisi ini anaerob akan menghasilkan alkhohol dan asam organik seperti asam butirat, asam asetat, dan asam propionat, yang memiliki aroma yang spesifik. Sedangkan gari dan sours starch termasuk fermentasi homolactic, yang membutuhkan waktu 3 sampai 4 minggu dalam proses pembuatannya.

Beberapa hasil penelitian melaporkan bahwa bakteri asam laktat yang memiliki kemampuan amilolitik berhasil diisolasi dari produk fermentasi singkong seperti Lactobacillus plantarum A6. Selain itu makanan hasil fermentasi singkong dapat mengurangi resiko gangguan pencernakan pada anak.

Fermentasi Pada Singkong Padat dan Produk Tepungnya
ORSTOM telah melakukan penelitian selama 15 tahun mengenai proses fermentasi solid-state untuk meningkatkan jumlah protein pada singkong, kentang, dan pisang serta produk penghasil tepung lainnya sebagai bahan pangan untuk hewan. Mereka menggunakan Aspergillus untuk mengubah tepung dan garam mineral menjadi protein fungi. Hasilnya ternyata kandungan protein dalam produk hasil fermentasi menjadi meningkat. Pada singkong yang difermentasi mengandung protein sebanyak 18 - 20 %.

Kemudian OSTORM melakukan penelitian kembali dan menemukan bahwa Rhizopus dapat digunakan untuk fermentasi makanan. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui efek memasak singkong terlebih dahulu sebelum dilakukan proses fermentasi terhadap kandungan tepung, protein dan kecepatan pengolahan tepung menjadi protein. Ternyata fungi ini mampu meningkatkan jumlah kandungan protein yang terdapat pada singkong melalui proses fermentasi singkong mentah (tanpa dimasak). Protein yang terkandung dalam singkong meningkat dari 1,68% menjadi 10,89% setelah di fermentasi.

Pada pengaruh perlakuan terhadap singkong yang dimasak dengan singkong mentah dan perbedaan kultur pertumbuhan serta amilase dari berbagai strain Rhizopus oryzae yang ditumbuhkan pada tepung singkong menunjukkan bahwa biosintetis amilase pada kultur solid menghasilkan glukoamilase 10 - 15 kali lebih banyak dari pada kultur cair dan juga lebih banyak pada singkong yang masih mentah dibandingkan singkong yang sudah dimasak.

Penelitian selanjutnya dilakukan untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai strain Rhizopus yang lebih spesifik untuk digunakan dalam fermentasi. Tepung singkong mentah yang digunakan dalam penelitian harus steril dan tidak mengandung bakteri ataupun fungi serta mengalami proses gelatinisasi yang rendah. Pengukuran kadar gelatinisasi dilakukan dengan mengadopsi metode dari Wotton et.al dan ternyata koefisien kolerasi pada kurva kalibrasinya menunjukkan yang baik. Pada perlakuan pengaruh temperatur dan microwaves terhadap gelatinisasi pati dari tepung singkong menjelaskan bahwa penggunaan perlakuan pemanasan dan microwaves membuat kandungan air dalam tepung singkong menjadi rendah, sehingga gelatinisasi juga menjadi rendah. Selain itu pemanasan tersebut juga mengurangi kandungan mikroflora alami yang terdapat pada tepung mentah yaitu dari 10 pangkat 9 bakteri/gram menjadi 10 pangkat 3 bakteri/gram setelah pemanasan selama 30 menit pada suhu 90 derajad celcius. Sehingga dengan kondisi tersebut, tepung singkong dapat digunakan untuk penelitian di laboratorium.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu mka jumlah bakteri semakin berkurang. Tepung singkong tersebut kemudian digunakan sebagi subtrat solid untuk menghitung jumlah Rhizopus serta untuk membandingkan kemampuan strain-strain terpilih untuk tumbuh pada tepung singkong mentah atau yang sudah tergelatinisasi. Sehingga dapat diketahui strain manakah yang paling baik untuk prose fermentasi.

Fermentasi Asam Laktat Dari Singkong
Fermentasi asam laktat sangat penting untuk berbagai makanan fermentasi, pakan ternak, dan pengolahan hasil samping agroindustri, karena mampu mencegah mikroorganisme yang tidak diinginkan, baik parasit, saprofit, patogen, dan lain-lain.

Di Negara tropis, fermentasi laktat tidak hanya berperan dalam transformasi makanan berpati seperti singkong, tetapi juga transformasi dan konsevasi makanan lain, ikan, dan produk sampingnya. Ada dua jenis fermentasi laktat yang ditemukan:
1. Homolactic, ketika lebih dari 80% asam dan metabolit terdiri dari asam laktat.
2. Heterolactic, ketika konsentrasi asam asetat, asam propianate, dan ethanol lebih signifikan, dan asam laktat hanya sekitar 50% - 80% dari seluruh asam.

Bakteri Laktat memproduksi 2 jenis laktat: L(+) dan D(-). Hanya L(+) yang dapat diasimilasi oleh manusia. Studi sebelumnya menemukan bahwa selama program EU-STD2 pada tahun 1988-1991 (Raimbault, 1992) terdiri dari pengembangan makanan fermentasi tradisional dari singkong di Afrika dan Amerika Latin. Ada 3 jenis makanan tradisional yang dipertimbangkan yaitu gari, chikwangue, dan  sour starch.

Proses pembuatan asam laktat adalah sebagai berikut:
Bakteri Laktat amilolitik diisolasi dari tapai. Strain pertama yaitu Lactobacillus plantarum diketahui memiliki daya amilolitik yang tinggi. Bakteri ini kemudian digunakan sebagai uji antibakteri pada beberapa makanan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bakteri ini ternyata mampu menghambat pertumbuhan bakteri-bakteri patogen pada makanan seperti Salmonela, shigella, dan Escherichia coli. Bakteri tersebut biasanya tumbuh dengan cepat pada saat musim hujan dan pada makanan yang tidak higienis.

Fermentasi laktat pada makanan tradisional dapat mereduksi bakteri patogen dari 10 pangkat 8 menjadi 10 pangkat 3. Penulis yang sama juga menemukan adanya hubungan yang signifikan antara daya tahan anak terhadap diare dengan mengkonsumsi bubur asam (mungkin sejenis susu fermentasi).

Fermentasi Alkhohol Dari Singkong dan Bahan Pangan Berpati
Singkong merupakan bahan baku penghasil etanol yang potensial, karena dapat menghasilkan etanol dalam jumlah besar dengan biaya  yang relatif lebih murah. Namun aplikasi industri singkong untuk produksi etanol belum begitu signifikan. Hal ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya hasil budidaya singkong relatif sedikit sedangkan singkong dapat dimanfaatkan menjadi produk lain yang lebih komersil. Terutama jika dibandingkan dengan ampas tebu (Bagasse) yang dihasilkan dari pengolahan tebu, bagasse yang merupakan limbah tersedia dalam jumlah yang besar sehingga dapat dijadikan sumber penghasilan energi yang lebih potensial. Selain itu, pengolahan pati singkong menjadi etanol memerlukan biaya yang cukup tinggi, karena pati singkong perlu dihidrolisis menjadi gula sederhana sebelum dilakukan pengolahan menjadi etanol oleh Saccharomyces cerevisiae.

Untuk menjadikan Singkong sebagai sumber energi yang ekonomis, biaya produksi perlu dikurangi. Solid-state fermentation (Fermentasi Media Padat) merupakan salah satu metode sederhana yang dapat mengurangi biaya produksi dengan menggunakan yeast amilolitik sehingga proses hidrolisis tidak diperlukan.

Pada tahun 1992 di laboratorium ORSTOM, Saucedo dan kawan-kawan mengembangkan suatu proses dengan kultur yeast amilolitik (Schwanniomyces castelli) yang solid (Gambar 1). Keuntungan utama dari teknik ini adalah perbaikan mutu etanol secara terus-menerus dalam kondensor pendingin. Gas yang dihasilkan dalam reaktor dipompa keluar terus-menerus sehingga tidak tercampur lagi pada media, dan mengurangi efek toksik pada metabolisme yeast. Hasil yang diperoleh dari penelitian Saucedo dan kawan-kawan cukup menjanjikan, namun teknologi dan kelayakan proses untuk operasi komersial masih perlu penelitian lebih lanjut.

http://ramuankunoku.blogspot.co.id/
Gambar 1. Proses pembuatan etanol

Tabel dibawah ini menunjukkan hasil penelitian pengolahan etanol dari singkong dengan beberapa jenis proses dan jenis yeast yang digunakan. Rhizopus koji dan Schwanniomyces castelli menunjukkan hasil yang potensial dan patut dipertimbangkan untuk pembuatan etanol menggunakan yeast amilolitik dengan metode Fermentasi Media Padat.

http://ramuankunoku.blogspot.co.id/
Tabel 1. Tabel Pengolahan Etanol

Simpulan
Pendekatan yang digunakan dalam pengolahan pati Singkong dan tepung adalah fermentasi Solid-state dan fermentasi asam laktat. Pendekatan pertama lebih menarik karena prosesnya lebih sederhana dan biaya lebih murah, dan volume reaktornya yang besar. Kedua yeast Rhizopus dan Schwanniomyces (atau amilolitik lain) dapat digunakan untuk kultivasi pada solid-state. Reaktor yang digunakan ada tiga fase yaitu: fase solid, fase liquid, dan gas.

Pada fermentasi asam laktat, digunakan bakteri amilolitik sebagai control pada saat penyampuran dan membuat komposisi starter. Peran bakteri ini juga sangat menarik. Pada akhirnya kita mempelajari mikroorganisme yang mampu mendegradasi pati singkong asli tanpa gelatinisasi yang biasanya terbentuk secara alami saat proses biodegradasi. Selain itu kita juga mempelajari kemampuan amilolitik dari Rhizopus, yeast, dan bakteri asam laktat.

5 Alasan Perusahaan MLM Selalu Memilih Produk Herbal

Ramuan Khas Indonesia maupun ramuan khas bangsa lain boleh dikatakan 100% murni herbal alami. Para pendahulu-pendahulu telah meracik dan meramu berbagai macam jenis obat dan produk herbal dari tanaman obat yang tumbuh di alam ini. Tanpa efek samping dan bersinergi dengan kebutuhan organ tubuh manusia merupakan pemikiran cerdas nenek moyang kita memilih meramu sendiri untuk dijadikan obat dan asupan makanan dalam menjaga kesehatan.

http://ramuankunoku.blogspot.co.id/
Hubungan Produk Herbal dengan Perusahaan MLM

Multi Level Marketing atau yang disingkat MLM sudah menjadi tren dan memasyarakat diberbagai penjuru dunia termasuk Indonesia. Karena sistem bisnisnya yang begitu menguntungkan baik untuk perusahaan maupun membernya. Pertanyaannya? mengapa produk yang dipilih selalu produk herbal?

Melihat dan merasakan pertanyaan diatas penulis merasa termotivasi untuk mencoba menjawabnya. Namun sebelum akan penulis jawab, tentu ada sedikit prolog yang menjadikan pertanyaan mengapa Perusahaan MLM Selalu Memilih Produk Herbal?
Tulisan dan artikel-artikel sebelumnya, yang namanya produk herbal itu memang terbuat dari bahan alami dan tanpa menimbulkan efek samping yang berarti. Pakar sejarah dibidang kesehatan dan nutrisipun menyatakan bahan-bahan herbal dari tanah seperti tumbuhan merupakan bahan terpenting yang bisa dijadikan makanan dan obat untuk manusia, dan bisa dianalisa secara ilmiah. So, betapa luar biasanya nenek moyang kita terdahulu. Sebenarnya sudah mengajarkan kepada kita semua untuk selalu bersinergi dengan alam sekitar termasuk dalam meramu dan meracik obat-obatan. Lantas, apakah penemu obat-obatan sintetis dan kimia harus kita salahkan?

1. Tanpa Efek Samping
Apapun jenis makanan, nutrisi, obat, ataupun suplemen jika menimbulkan efek samping yang berarti tentunya konsumen juga akan berpikir panjang untuk membelinya. Bagaimana mau Closing kalau konsumen aja tidak tertarik dan takut (apriori) dengan produk yang kita tawarkan. Tanpa efek samping merupakan keunggulan dalam produk herbal. Karena inilah perusahaan MLM Selalu Memilih Produk Herbal.

2. Kata "Herbal" Menjadi senjata Ampuh dan mudah dipasarkan
Orang mana yang tidak tertarik dengan herbal. Apalagi banyak berita diberbagai media akan keburukan obat-obat kimia. Tentunya kata "herbal" bisa dijadikan senjata yang cukup ampuh yang selalu dipegang oleh para pelaku bisnis di dunia MLM. Perusahaan MLM tentu akan lebih mudah mencari member atau distributor dengan memberikan pengertian lebih detail apa itu herbal. Tidak jarang distributor perusahaan MLM menawarkan produk-produknya dengan menekankan kata-kata herbal. Dengan kata lain produk herbal judah dipasarkan.

3. Keuntungan Lebih Besar
Perusahan mana yang tidak menginginkan keuntungan yang lebih besar. Termasuk perusahaan MLM ini tentu sama halnya memimpikan keuntungan yang sebesar-besarnya. Memilih produk herbal selain mudah dipasarkan tentunya jika dilihat dari cost produksi lebih murah. Apalagi bahan-bahan yang digunakan mudah didapat dan banyak tersedia disekitar kita. Jelas pasti lebih menguntungkan. Padahal harga produk di perusahaan MLM sudah ditentukan melaui proses sitem yang sudah dirancang sedemikian rupa. Ibarat nilai produk awal di angka 1 setelah diproses dengan sistem MLM produk tersebut bisa diangka 5, 6, bahkan sampai 7.

4. Khasiat lebih Dahsyat
Produk herbal yang murni diramu atau dibuat dari bahan-bahan alami, lebih akan berkhasiat dibanding dengan obat sintetis dan kimia. Dari khasiat inilah masyarakat akan menilai lebih dan memilihnya. Meskipun khasiat itu datangnya juga tidak instan. Namun paradigma masyarakat yang sudah terpola bahwa herbal lebih baik sehingga tetap menjadi keyakinan dan motivasi tersendiri dalam sabar menunggu khasiat produk herbal. Jika di kaitkan dengan perusahaan MLM tentunya khasiat inilah yang nantinya juga bisa dijadikan senjata untuk jangka panjang. Maksudnya jika khasiat sudah dirasakan oleh konsumen, momen itu bisa direkam dan bisa didokumentasikan untuk djadikan alat bantu seperti video kesaksian. Sehingga para pelaku bisninya/distributor kedepan akan lebih semangat karena ada bukti kesaksian berupa video. Tanpa memiliki kemampuan public speaking yang baikpun dari sini juga bisa menjual produk hanya dengan memutarkan video kesaksian produk.

5. Repeat Order Lebih Cepat
Yang namanya produk herbal tentunya tanpa bahan kimia. Semuanya isi dan kandungannya berasal dari bahan alami. Rata-rata masa ketahanan produk herbal lebih cepat kadaluarsa ketimbang dengan produk sintetis dan kimia. Selain itu produk herbal untuk dosis bisa lebih besar. Misalnya 1 botol isi 30 kapsul dengan dosis lebih besar sehari 3 kali sekali minum 2 kapsul makan jika kita hitung dalam satu botol akan habis dalam waktu 5 hari. Cepat kadaluarsa dan dosis yang lebih cepat akan memicu terjadinya repeat order. Distributor dan perusahaan MLM mana yang tidak ingin repeat order dari produk yang dipasarkannya.

Dari ke lima jawaban diatas, kiranya sudah cukup untuk menjawab mengapa Perusahaan MLM Selalu Memilih Produk Herbal. Semoga bermanfaat dan mohon maaf bila kurang relevan.

Inikah Perbedaan Perokok Dahulu dengan Sekarang

Ramuan Kunoku. Sejarah dunia mengenal rokok sebetulnya sudah dirasakan sebelum 4000 tahun yang lalu. Seperti kebiasaan Suku Maya, Aztec, dan Indian yang sering mengunyah dan membakar tembakau yang kemudian dihisapnya. Dari situlah rokok mulai menyebar ke berbagai penjuru dunia dan bahkan sampai dimodifikasi jenis-jenis rokoknya. 

http://ramuankunoku.blogspot.co.id/
cigarette

Beberapa referensi yang berhasil dihimpun Ramuan Kunoku rokok yang berkembang di Indonesia terjadi di propinsi Jawa Tengah. Kota Kudus, Temanggung, dan sekitarnya merupakan salah satu daerah tempat produksi dan penghasil tanaman tembakau terbesar di Indonesia. Dunia internasional mengakui bahwa tembakau yang dihasilkan oleh petani tembakau di Temanggung merupakan tembakau terbaik berkelas di dunia. 

Banyak yang menceritakan terkait nenek moyang bangsa kita telah mengenal rokok sudah sangat lama. Awalnya rokok cuma terdiri dari satu jenis, yaitu rokok kretek. Kita semua mengetahui bahwa rokok kretek adalah rokok yang di ramu atau diracik tanpa menggunakan filter.
Pertanyaannya, mengapa pada zaman dahulu pendahulu-pendahulu kita yang sudah lebih awal merokok bahkan rokoknya kretek namun jarang dijumpai terkena penyakit seperti kanker, bronkitis, sesak nafas, dan penyakit pernafasan lainnya?

Rokok Ramuan Khas Indonesia yang secara dominan berjenis kretek dan murni dari tumbuh-tumbuhan (tembakau) lebih kental aroma dan rasanya. Disini penulis pernah membandingkan rasa rokok asli ramuan khas Indonesia dengan rokok modern buatan pabrikan. Sangat berbeda sekali, dan lebih mantap ketika menghisapnya. Penulis tidak bermaksud mengajak anda untuk mencoba merokok. Bagi yang belum kecanduan tembakau jangan sekali-kali untuk mencoba menghisap dan merasakan nikmatnya merokok.

Perkembangan zaman yang semakin maju tentunya membawa perubahan dan pergeseran yang tentunya lebih praktis dan instan. Terkait dengan hal ini tentunya rokok juga mengikuti tren pasar global saat ini. Mulai dari rokok jenis kretek, filter, rokok putih, rokok mild, dan lain sebagainya telah memadati pangsa pasar dunia tembakau di dunia. Sampai tercatat bahwa bea cukai terbesar bangsa ini berasal dari rokok. Lantas, apakah kita harus berbangga diri dengan fakta tersebut. Sedangkan disisi lain banyak kalangan yang sifatnya memprotes untuk berhenti merokok. STOP SMOKING.

Bisa ditinjau dari ulasan diatas, protes yang terjadi terkain untuk berhenti merokok dikarenakan karena faktor kesehatan. Banyak kasus yang terjadi diberbagai penjuru pelosok tanah air sampai penjuru dunia bahwa baik perokok aktif maupun perokok pasif telah menderita beberapa penyakit ganas seperti kanker, gangguan pernafasan, jantung koroner dan lain sebagainya yang diakibatkan dari merokok. Namun zaman dahulu kok sepertinya aman-aman saja ya? apa karena dahulu belum terekpos media? apa karena zaman dahulu masih kuno sehingga tidak adanya penyebaran berita terkait dampak buruk akibat merokok? Coba mari kita kupas bersama-sama.

Dilihat dari sisi racikan dan cara pembuatan rokok menunjukkan pelaku perokok aktif zaman dahulu dengan zaman sekarang sangat kontras perbedaannya. Para orang tua kita dulu jika mau merokok itu membuat sendiri. Dalam bahasa Jawa sering disebut "tengwe" (singkatan dari "nglinting dewe; melinting sendiri). Bahan yang diracikpun berasal dari tembakau yang masih segar dan belum terjangkit jamur tembakau. Asap yang dihasilkan jauh lebih pekat dibanding rokok zaman sekarang. Sampai bau asapnya itu tercium dari jarak radius yang lebih jauh. Benar-benar dahsyat pokoknya. Dan si perokoknya pun masih berdiri sehat tanpa terjangkit penyakit ganas seperti yang diperingatkan pada bungkus rokok zaman sekarang.

Berbeda dari yang dahulu, rokok zaman sekarang yang proses produksinya berasal dari permesinan yang menunjukkan hasil berbanding terbalik dengan ulasan diatas, tentu memicu terjadinya analisa-analisa yang ada. Mulai dari menyebakan mengidap penyakit mematikan sampai ke efek lainnya. Rokok modern zaman sekarang ini proses pembuatannya berbeda dengan zaman dahulu. Mungkin bisa jadi dikarenakan untuk mencukupi syarat prinsip ekonomi. 
Tembakau yang sudah dihimpun dengan kapasitas besar disimpan dalam sebuah tempat penampungan yang dapat dijadikan stok untuk proses produksi agar berkelanjutan. Dari penyimpanan bahan dasar tembakau itulah sebenernya yang menjadikan kualitas rokok yang dihasilkan akan lebih membahayakan. Karena disitu akan memicu tumbuhnya jamur pada tembakau. Meskipun dalam proses selanjutnya tembakau yang dikatakan steril dari jamur, tentu kualitas tembakau sudah menurun untuk dijadikan rokok jika ditinjau dari sisi kesehatan dan medis.

Perlu diingatkan, yang namanya terjangkit penyakit pada dasarnya bisa kita cegah dan bisa kita obati. Hal pertama yang harus kita sadari bersama adalah pola hidup kita. Jika kita sadar bahwa kita itu perokok aktif, tentunya kita juga harus lebih bijaksana untuk mengatur pola hidup sehat kita dengan memberikan gizi seimbang dan lebih rajin berolahraga. Perbedaan perokok dahulu dengan sekarang salah satunya adalah pada pola hidup.
Orang tua kita dulu meskipun rokoknya sangat aktif namun mereka selalu mengimbangi dengan pola yang dijadikan rutinitas. Seperti mencangkul, membajak, berkebun, bertani, tukang batu dan pekerjaan lainnya. Sangat jelas dimata kita bahwa pekerjaan itu benar-benar menghasilkan keringat yang luar biasa. Sama saja mereka sudah rutin melaukan olahraga. Berbeda dengan perokok zaman sekarang. Aktifitasnya ringan, cuma duduk dikantor, minumnya bersoda dan berakhohol, ditambah merokoknya sangat aktif serta jarang olahraga pula. Selesai sudah organ paru-paru kita. Kalau seperti itu, siapa dong yang harus disalahkan?

Jika kita mau belajar akan riwayat dan warisan leluhur nenek moyang kita, itu akan lebih baik untuk kehidupan kita dimasa yang akan datang. Pola-pola sederhana yang ternyata jika dilakukan akan mampu memberikan dampak yang sangat bermanfaat.

Anda mau merokok atau tetap tidak akan merokok? Keputusan ada ditangan anda sendiri. Dokter terbaik adalah diri kita sendiri. Apapun yang terasakan dalam tubuh ini, otak kita akan memberikan sinyal yang selanjutnya kita akan berpikir untuk mencari solusi. Dan perlu diingat bahwa jika anda adalah seorang perokok aktif, biasakan merokok pada tempatnya, jangan merokok disembarang tempat. Apalagi didekat anak-anak dan ibu-ibu hamil. Sangat membahayakan. Kualitas rokok sekarang sangat berbeda dengan kualitas rokok zaman dahulu, begitu juga kualitas perokoknya.

Sadarkah Indonesia Menyimpan Tanaman Obat Berkelas Dunia

Budaya Indonesia merupakan salah satu budaya yang diakui dunia internasional. Beragam suku, budaya dan tradisinya yang sangat beraneka ragam. Dan dari inilah filosofi Bhineka Tunggal Ika lahir. Dari sisi geografis dan astronomis Indonesia sangat berada diposisi yang menguntungkan dari segi manapun. Maka dari itulah sejarah mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya berpotensi negara kaya-raya. 

http://ramuankunoku.blogspot.co.id/
Tanaman Obat Indonesia


Iklim tropis di Indonesia yang berperan penting untuk bertumbuhnya berbagai jenis tumbuhan dan tanaman menjadikan bangsa Indonesia memiliki keunikan tersendiri dibanding dengan bangsa lainnya. Salah satu diantaranya terkait dengan pengobatan herbal. Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan bahwa manusia pada dasarnya yang butuh mineral alami yang tumbuh dari tanah. 

Dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara, sampai tanah Papua, masing-masing daerah itu memiliki ramuan dan cara tersendiri untuk mencegah dan mengatasi penyakit yang bermunculan. Karena disetiap pulau di Indonesia tumbuh tanaman dan tumbuhan yang beragam sesuai dengan kondisi suhu dan tanah yang ada. Perlu kita ketahui bahwa tanaman dan tumbuhan yang tumbuh subur di pulau-pulau Indonesia merupakan tanaman yang sangat bermanfaat dan mampu dijadikan ramuan herbal yang sangat berkhasiat.

Berikut adalah salah satu diantara banyak contoh tanaman obat yang tumbuh subur di Indonesia:
1. Daun Bakung
Karena kandungan Tiramin Sangat tinggi Daun ini dipercaya untuk bisa dijadiakan ramuan atau obat luka. Caranya cukup dengan menumbuk daun bakung ini kemudian dicampur dengan madu murni lalu bisa dioleskan ke bagian tubuh yang luka. Daun ini banyak tumbuh di sekitar rumah didaerah pedesaan di Jawa Tengah.

http://ramuankunoku.blogspot.com/
Daun Bakung

2. Buah Mengkudu

Saat ini sudah banyak penelitian yang menyebutkan dahsyatnya buah mengkudu. Di kalangan masyarakat Jogja buah mengkudu disebut dengan buah Pace. Namun jika di Aceh buah ini sering disebut dengan keumeude. Dan di sana pula buah ini biasa ditanam disekitar rumah dan biasa dijadikan rujak dan biasa sajikan untuk menu buka puasa khas Aceh.  Buah mengkudu ini mampu untuk mencegah berbagai macam jenis penyakit ganas. Salah satu diantaranya adalah jantung koroner dan anti kanker. Kandungan buah ini sangat beragam dan sangat penting. Seperti kandungan zat anti bakteri, Terpenoid, Scolopetin, Xeronine dan Proxeronine adalah diantara kandungan terpenting untuk mencegah kanker dan jantung koroner.

http://ramuankunoku.blogspot.co.id/
Tanaman Buah Mengkudu


3. Buah Makasar
Dalam bahasa latin disebut dengan Brucea Javanica. Seluruh bagian pada tanaman ini bisa digunakan untuk obat. Daun, batang, buah, sampai akarnya dipercaya mampu dijadikan ramuan herbal berkhasiat. Tanaman ini rasanya pahit dan ada yang mengatakan beracun. Namun hal itu juga tergantung dosis pemakaian. Memang benar apabila dikonsumsi terlalu banyak akan mengakibatkan orang yang mengkonsumsi pusing seperti keracunan. Tanaman Buah Makasar mampu dipergunakan untuk penderita diabetes melitus karena mampu menurunkan kadar gula dalam tubuh. Selain itu tanaman ini juga bisa dibuat ramuan untuk mencegah dan mengobati kanker serviks. Dimana saat ini data yang ada jumlah penderita kanker serviks semakin meningkat. Dengan hanya menumbuk buah makasar yang sudah kering, kemudian diseduh dengan setengah cangkir air panas, tunggu hingga dingin baru diminum dengan dosis 2 x sehari mampu untuk mengobati dan mencegah kanker serviks.

http://ramuankunoku.blogspot.co.id/
Buah Makasar
4. Temulawak
Bisa sering kita lihat dan dengar iklan salah satu produk di televisi yang menggunakan kalimat mengandung Curcuma. Biasanya produks tersebut ditujukan untuk produk yang dikonsumsi anak-anak. Kata Curcuma berasal dari nama latin tanaman Temulawak yaitu Curcuma Xanthorrizza. Tanaman Temulawak juga merupakan tanaman obat dan sangat banyak kegunaannya. Salah satu kehebatan Temulawak adalah mampu mengobati penyakit Hepatitis B. Dimana kita tau penyakit ini adalah pemicu penyakit kanker hati.

http://ramuankunoku.blogspot.co.id/
Temulawak


5. Daun Dewa
Dilihat dari namanya aja udah dahsyat ya, daun dewa. Bisa jadi disebut daun dewa juga karena banyak manfaatnya. Daun ini mampu mengatasi penyakit mematikan seperti stroke dan hipertensi. Dimana daun ini mengandung minyak atsiri, dan saponin yang mampu menyembuhkan penyakit stroke dan hipertensi

http://ramuankunoku.blogspot.co.id/
Daun Dewa

6. Ginseng
Sudah tidak asing lagi apabila gingseng sering dijadikan ramuan sebagai obat. Untuk di wilayah Indonesia jenis tanaman ini yang tumbuh adalah jenis Ginseng Tropis. Sungguh luar biasa bangsa Indonesia ini mampu menumbuhkan berbagai tanaman penting dan tanaman berkhasiat. Pada tanaman ginseng yang sering dijadikan ramuan obat adalah pada akarnya. Fungsi dari Akar ginseng ini sangat banyak, yaitu memperlancar aliran peredaran darah, meningkatkan produksi sel darah merah, penguat daya tahan tubuh, meningkatkan stamina, menguatkan sistem pencernakan, mengeluarkan racun, dan mampu mempercepat penyembuhan.

http://ramuankunoku.blogspot.co.id/
Ginseng

7. Buah Merah
Merupakan tanaman Asli tanah papua. Tanaman ini tumbuh subur di tanah papua/wamena pada dataran rendah (40 m dpl) sampai dataran tinggi (2000m dpl). Saat ini Tanaman Buah Merah sedang banyak diburu berbagai peneliti dan pakar kesehatan diberbagai penjuru dunia karena khasiat dan manfaat tanaman ini dibidang kesehatan. Buah ini mengandung berbagai jenis zat yang sangat ampuh untuk mengatasi dan mengobati penyakit berbahaya. Kandungan tersebut diantaranya seperti karotenoid, betakaroten, alfa tokoferol, asam oleat, asam linoleat, dekanoat, asam linonenat, omega-3 dan omega-9 yang mampu berperan sebagai pengganti sel yang rusak dan senyawa anti radikal bebas untuk pengendali berbagai macam jenis penyakit. Bahkan di masyarakat kampung wamena papua Buah Merah digunakan untuk penyakit kebutaan.

http://ramuankunoku.blogspot.co.id/
Buah Merah


Ke-tujuh tanaman diatas adalah salah satu diantara banyak contoh tanaman obat berkelas dunia yang tumbuh di Indonesia. Masih banyak lagi jenis tanaman obat yang ada di Indonesia. Mungkin dikesempatan yang lain kami akan melanjutkan untuk memperbanyak referensi tentang tanaman obat di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Bagaimana Efektivitas Pengobatan Herbal?

Pengobatan herbal kian hari kian populer di kalangan masyarakat. Banyak ahli dan praktisi pengobatan Alami ini, pelatihan-pelatihan juga bermunculan. Bagaimana sebenarnya efektivitas pengobatan herbal ini?

http://ramuankunoku.blogspot.co.id/
Ramuan Herbal

TUBUH MANUSIA, sebagaimana manusia pertama di muka bumi ini, yakni nabi Adam, diciptakan Allah SWT dari tanah. Karenanya, tubuh manusia sangat membutuhkan bahan-bahan organik yang berasal dari alam. Semua bahan organik tersebut terkandung dalam tanah. Oleh sebab itulah, jika manusia ingin hidup sehat dan alamiah, maka ia harus mendapatkan sumber-sumber makanan yang berasal dari alam, bukan yang dibuat melalui berbagai macam proses.

Herbal merupakan salah satu makanan yang bersumber dari alam. Tubuh manusia sangat membutuhkan mineral. Hampir semua mineral yang dibutuhkan oleh tubuh manusia tersebut ada pada tanah. Di tanah itulah tumbuh tanaman herbal. Ketika tanaman tumbuh, ia membutuhkan energi yang diperoleh dari matahari, melalui proses fotosintesis. Hal itu berarti tanaman tersebut memiliki energi yang diperoleh dari proses fotosintesis melalui chlorophyll, oksigen, dan lain-lain yang terdapat pada tanaman (herbal) yang ketika dikonsumsi oleh manusia akan memberikan kekuatan pada orang yang mengkonsumsinya.

Dari berbagai ilmu Agama maupun ilmu budaya manapun menjelaskan keutamaan herbal, tumbuh-tumbuhan, termasuk biji-bijian. Misalnya dari ke-dua ilmu diatas menyebutkan khasiat dan manfaat minyak zaitun, jahe, dan anggur. Bahkan menurut kajian terkini, biji-bijian seperti kacang kedelai dan kacang merah, terbukti mengandung protein yang sangat tinggi.

Tidak semua mineral bisa diperoleh tubuh manusia. Oleh karena itulah mineral-mineral tersebut harus didapatkan dari alam. Seperti natrium, magnesium, protasium dan beberapa mineral utama lainnya harus didapatkan dari makanan dan tanaman (diet).

Makanya diet itu perlu, namun sifatnya haruslah alamiah. Sebagai contoh, disaat membutuhkan kalsium, bisa kita dapatkan dari mana? Tentu saja bukan dari kalsium yang dibuat, tetapi bisa diperoleh dari teripang atau cangkang udang yang kandungan kalium serta kalsiumnya tinggi sekali.

Banyak artikel sejarah menceritakan bahwa pada zaman dahulu atau biasa kita sebut zaman kuno, masyarakat selalu memilih dalam menjaga kesehatannya dengan berperilaku bersinergi dengan alam sekitar. Boleh dikatakan 100% murni herbal dan organik. Mungkin juga pada masa itu obat-obat sintetik dan kimia belum bermunculan seperti sekarang ini. Untuk itu, pada masa itu jarang ditemukan riwayat penyakit generatif.

Tubuh Manusia diciptakan Allah SWT secara alamiah, sehingga tentu saja ia membutuhkan bahan-bahan alamiah pula. Demikian juga dalam bidang pengobatan. Kalau ingin memiliki tubuh yang sehat, kta harus kembali ke alam. Filosofinya sangat sederhana, jadikanlah makanan kita sebagai obat dan jadikanlah obat sebagai makanan. Sebagai contoh, setiap hari kita mengkonsumsi 1 sendok makan minyak zaitun atau mengkonsumsi madu murni, bisa dipastikan akan memberikan efek yang luar biasa yang dirasakan pada tubuh kita.

Dalam mendalami pengobatan herbal, kita patut mencontoh rakyat China yang sejak lama tidak meninggalkan pengobatan tradisional yang diwarisi para leluhur mereka. Bisa kita lihat, masyarakat China memiliki tubuh yang sehat dan berusia lebih panjang. Berbeda dengan masyarakat Indonesia saat ini yang justru sudah mulai meninggalkan jamu dan obat-obatan tradisional. Akibatnya sangat memprihatinkan, banyak orang Indonesia yang berusia muda namun sudah mengidap sejumlah penyakit yang sebelumnya hanya diidap oleh orang yang berusia lanjut. Padahal jika kita telusuri secara seksama, budaya dan tradisi leluhur dari bangsa kita ini sudah sangat jelas bahwa mereka dahulunya selalu mewarisi ramuan kuno, ramuan herbal dan obat-obatan alami yang dimana itu sangat berkhasiat dibanding obat kimia saat ini.

Melalui situs dan media ini, kami bersama masyarakat mengajak untuk kembali ke lamiah. Back to organic. Bagaimanapun juga tubuh ini butuh sehat, tubuh ini butuh asupan gizi alami, dan semoga umur kita juga akan lebih panjang serta bermanfaat.